Kaget. Nggak percaya.
Mungkin itu yang sedang kami rasakan saat ini. 3 hari terakhir ini.
Kelasku masih terlihat suram. Mereka tertawa, tapi bukan tertawa lepas.
Karena di sini, kelas 9f, ada yang kurang. Ada yang hilang.....
Sahabat kami, Adam Iqbal Abraham telah berpulang pada hari Senin jam 11.00. Aku yang bertanggung jawab menyampaikan pesan pak Rohim ke anak-anak kelas udah nahan air mata. Aku nggak bisa.
Begitu aku bilang, semua bilang aku ini bohong.
Tapi kenyataannya aku nggak bohong. Adam, sahabat yang kami cintai, udah nggak ada lagi di dunia ini. Aku nggak mau merasakan lagi suasana seperti itu. Aku nggak mau ingat-ingat lagi suasana hati teman-teman pada waktu itu. Semua diam. Hanya tangis yang terdengar di sudut sana-sini.
Mungkin bagi adek-adek kelas 7-8, atau teman-teman kelas 9 Reguler, Adam itu tidak berarti apa.
Tapi bagi kami, KAMI SAHABATNYA, benar-benar merasa kehilangan. Mereka nggak tau Adam itu seperti apa.
Dia baik. Dia ceria. Dia nggak pernah marah atau ngomong keras. Dia selalu tertawa dan membuat orang lain tertawa juga bersamanya. Dia mungkin cabul. Dia mungkin misuhan. TAPI sebenarnya dia rajin sholat. Tiap hari habis bel istirahat selesai, dia selalu masuk kelas dengan muka dan rambut yang basah. Dia selalu sholat dhuha.
Cuma ulang tahunku nanti aja, yang nggak kebagian kehadirannya Adam. Cuma ulang tahunku nanti aja, yang nggak ada ngabisin makanan. Dam, kita sekelas kangen kamu.
KAMU BUKANLAH ORANG YANG CUMA DAPET KATA "OH, KASIHAN YA" ATAU DITANGISIN HANYA SEMALAM INI. TAPI KAMU ADALAH SAHABAT YANG BAKAL KITA INGET SAMPAI KAPAN PUN. KAMU AKAN SELALU HIDUP DI HATI KITA.
Makasih ya, Adam :)
Waktu itu kamu udah mau nukerin batre hapeku sama Hafiz. Gila, kamu itu nekat banget tau nggak? :') Berani masuk ke kamar ku waktu di hotel. Mau ngintipin aku mandi lagi! Kamu gila, Dam.
Yang paling aku inget itu waktu aku kelas 8. Kita mesti bareng kan? Tata Boga sekelompok, Biologi juga, waktu bikin drama bahasa inggris juga. Kamu nyadar nggak walaupun kita jarang ngobrol sih tapi sebenarnya kita itu sering bareng! Kamu inget waktu kita rencana suting film di rumah Alva? waktu itu kamu gonceng aku, DAN GILA BANGET. Kamu ngebut. Di jalan serame itu. Doakan aku masih punya videonya.Veideo waktu aku digonceng kamu itu ;)
Eh kok aku jadi meratapi sih?
Kamu bikin perubahan besar ke aku, lho, Dam.
Sekarang aku rajin sholat. Karena aku nggak mau kalah sama kamu! Tapi tenang aja aku selalu doain kamu. Tiap pulang sekolah MOFIE juga doain kamu, Dam! Kamu beruntung punya sahabat kaya kita ;D
Makasih banget, Dam.
Semoga kamu amal kebaikanmu diterima ya :D
Aku yakin. Boleh aku titip salam buat Malaikat Ridwan? Kamu ketemu kan?
No comments:
Post a Comment