Akhirnya aku masuk sekolah juga hari ini dan ternyata hal ini cukup menyenangkan daripada harus di rumah: melakukan sesuatu yang tidak berguna (dalam hal ini sebut saja seperti tidur, mengupil, dengerin musik, bengong, atau apapun yang cukup membosankan). Mungkin orang-orang di sekolah (kelas 7, 8, 9 kecuali 9f) ngga bakal menyadari sosok SAYA yang hadir kembali. Dengan kondisi badan yang (akhirnya) fit. Dan cukup kuat melakukan hal-hal bodoh berguna lagi lagi. Hem.
Oke, kembali ke topik kita sore hari ini : (harusnya sih) KERTAS PENJEJAKAN.
Oh bukaaan, bukan. Aku bukannya mau membicarakan tentang pramuka, atau menjelaskan tentang tanda jejak (karena ada kata jejak-jejaknya gitu ya). Kertas ini, dan meskipun judulnya KARTU penjejakan, sama sekali tidak ada jejak hewan apapun. Lalu kenapa dikasih nama begitu?
Jawabannya sudah jelas : saya tidak tahu. Ya benar! Saya tidak tahu dan tidak (mau) mengurusi hal-hal seperti itu. Dan meskipun saya (masih) siswi SMPN 1 Malang, saya akan menolak apabila disuruh loncat dari lantai 33 (ngga nyambung dan saya menyadari -,-)
Dan kalau kalian masih bingung, berikut ini saya kasih tahu 'rupa' dari kertas kartu penjejakan ini.
| diambill oleh tangan yang tidak profesional |
Bagaimana menurut Anda? BAGIAN MANA kah, dari foto di atas, yang bisa dibilang KARTU? Padahal sebenarnya penjejakan itu dibuat dari kertas tipis yang murah dan (pasti) difotokopi.
Yak!
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kartu penjejakan (oke, sekarang kita anggap saja itu sebuah kartu) dipake buat ngambil rapor. Dan kalau kartu penjejakan masih ada kolom yang belum ditanda tangani, (orang tua) kita ngga bisa ngambil rapor. Jadi intinya kalau masih ada tangungan, (orang tua) kita kaga bakal dikasih rapor sama guru-guru.
Dan dalam sehari ini aku langsung dapet 5 tanda tangan! (bermaksud congkak). Di bagian atas sekali adalah IURAN SPP dan saya belum mendapatkan tanda tangan karena saya belum bayar bulan ini dan Juni. Ada yang mau berbagi?
***
Tentang Pak Sri Wahyata.
Tadi waktu pelajaran pertama (matematika), aku keluar (tanpa ijin) sama Nila buat ngelengkapin tanda penjejakan itu. Dengan membawa karu penjejakan temen-temen yang lain, kita berdua (setelah ke Bu Rosida) nyari yang namanya Pak Sri Wahyata. Hasilnya : kita sempat joging keliling sekolah.
Dan yang paling bikin lemes adalah : waktu kita keluar tanya ke Pak Yo (sebelumnya pak Anwar bilang kalo pak Sri ada di luar), beliau menjawab DENGAN SANTAI "lho, BARU AJA pergi, ke sana" dan kemudian kita langsung ke lab komputer (mengira kalo Pak Sri ke sana).
Putus asa karena ngga ketemu, kita berdiri di depan ruang Bahasa Daerah buat menyaksikan pemandangan sampe akhirnya Nila bilang ITU PAK SRI! Kita langsung ke uks terus minta tanda tangan. Dan TERNYATA dari tadi Pak Sri solat di mushola (TERUS NGAPAIN KITA JOGING DULU?).
No comments:
Post a Comment