Oh, bukan Dear Argowulas. Sepertinya 'Dear Warrior' akan lebih pas! :/
Mari kita lihat apa yang pengen aku katakan bacodkan :
Mungkin ini cerita terakhirku tentang Argowulas. Em, maksudnya, cerita terakhir Argowulas saat aku masih menjadi bagian dari kalian (dan sampai seterunsya aku adalah bagian dari kalian!). Aduh, intinya, sebelum aku lulus!
Waktu kelas 7, aku merasakan hal yang sama dengan kalian : (kadang) males latihan (karena lebih suka jagongan), ada iri hati (karena senior pilih kasih, mungin), ada permusuhan, main kacang-kacangan, bolos latihan, suka sama senior, merasa takut waktu digojloki, dan mengkhawatirkan semua kelas 8 waktu itu (karena aku nggak bisa apa-apa).
Tapi di samping itu semua, satu hal yang Argowulas lakukan padaku adalah : membuatku mencintainya.
Semua status fb (hampir) tentang kegiatan dengan Argowulas semua. Hp berisi foto-foto waktu latihan atau waktu lagi santai. Dan yang dibanggakan waktu itu adalah Argowulas-ku (sampai anak-anak kelasku bosen denger cerita DG).
Aku sama seperti kalian kan?
Waktu kelas 8, aku merasa kalo senior bener-bener menaruh HARAPAN ke pada kita (kelas 9 dan 8 sekarang). Aku sama Udin sama-sama nggak mau jadi pinru lho. Karena sepertinya tidak enak -,- dan aku lebih milih buat jadi wapin. Tapi (kenapa) senior berkata lain.
Kelas 8 adalah masa yang labil -,- Bener-bener labil. Itu adalah masa dimana aku dan yang lain dituntut untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang dalam Argowulas. Kita harus meninggalkan kebiasaan lama yang jelek. Dan mencari sesuatu yang lebih baik sebagai solusi. (apakah sekarang masih begitu?)
Kelas 8 adalah tentang mengkhawatirkan kelas 7 waktu itu. Jujur aja aku ini susah buat percaya sama orang lain, bahkan anggotaku sendiri (tanya Hana dan Arsya!). Waktu itu aku mikir "ngapain ada kelas 7 segala? aku lebih enak dengan seniorku dulu" dan sadar kalau itu salah dan berubah menjadi "aku yang harus bikin kelas 7 merasa enak dengan senior mereka". Dan aku tidak merasa kalau itu berhasil.
Dan kelas 9!
Kelas 9 bahkan aku mulai jarang berasama kalian. Aku sibuk sendiri, main sama temen-temenku sendiri. Padahal kalo aku lagi galau, aku pasti ke kalian. Padahal kalo lagi sedih, pasti aku ke sanggar. Dan karena itulah aku nggak mau jadi kacang yang lupa kulitnya.
Ini cerita terakhirku tentang Argowulas. Setelah aku lulus aku jadi jarang ketemu kalian, dan ketinggalan berbagai cerita dan kenangan yang telah kalian buat. Dan cuma dengan blog aku bisa tahu.
Tolong dong, ceritakan apapun tentang Argowulas kita.
Dan tolong, jaga kesolidan regu kalian.Yak selesai, bukan sepanjang ini yang pengen aku katakan. Tapi, tolong dirasakan yah :D
No comments:
Post a Comment