Sunday, April 17, 2011

Let go, 132-133

"Aku...." katanya kemudian. "Apa kamu juga berpikir, aku berteman sama Nathan gara-gara dia kaya, populer, dan pintar?"

"Kalau orang lain, mungkin aku percaya," jawab Dhihan. "Tapi kalau kamu...." Dia menggeleng.

Caraka menatap teman sebangkunya itu.

"Waktu SMP dulu," lanjut Dhihan, "waktu ayahku dituduh korupsi dan teman-teman menjauhiku, kamu satu-satunya orang yang masih mau temenan sama aku. Dan, aku inget banget kata-katamu waktu itu : 'Orang nggak bisa memilih siapa bapaknya, ibunya, sukunya, warna kulitnya, jenis kelaminnya, bahkan kadang-kadang agamanya. Jadi, konyol kalau aku ngejauhi orang-orang gara-gara hal yang nggak bisa mereka pilih sendiri. Kayak orang bego aja'."

Caraka mengangkat alis. "Aku pernah ngomong gitu, ya?"

2 comments:

Anonymous said...

pasti Let Go, inget banget terharu aku bacanya huhu

Neny Aryani said...

haha iya kan udah aku tulis judulnya
aku gak terharu soalnya gak paham -,-