Pertama, yang bisa membuat kita sneng, bukan tertekan.
Seorang cowok yang kita sayangi dan menyayangi kita adalah cowok yang bisa membuat hidup kita lebih indah. Bukannya justru hari-hari kita bersamanya diisi dengan berantem, rasa kesal, rasa sedih, dan rasa kecewa. Yang begitu bukan pacaran namanya. Lebih baik kamu melepaskan diri dari situasi pacaran yang nggak sehat gini karena buntut-buntutnya toh cuma bikin stres!
Kedua, ingat! Punya pacar bukan berarti mengucapkan 'selamat tinggal' ke teman-temanmu yang selalu setia menemanimu sebelum pacarmu datang. Bagaimanapun, boyfriend comes and go but friendship stay. Kalau waktu pacaran kalian sudah mulai menyita waktumu untuk bergaul bersama teman-temanmu atau bahkan waktumu untuk belajar dan berkumpul bersama keluarga, lebih baik menjadwal ulang semua kegiatan kalian. Perlu nggak sih ketemuan tiap hari atau perlu nggak sih tiap hari minggu dihabiskan berdua saja dengan pacarmu? Sadarlah, jangan smapai cinta membutakan matamu!
Ketiga, rasakan.
Apakah kamu pernah merasa takut dengan perlakuan cowokmu? Atau dia sering memaksamu melakukan hal-hal yang kamu nggak suka? Kalau makin lama kamu makin merasa perkataannya adalah kewajiban bagimu, mulailah berpikir unuk bagaimana menyatakn kata putus untuknya! Baru pacaran aja udah lebih galak daripada ayahmu sendiri, gimana ntat kalo jadi ayah dari anakmu?
Keempat, pacaran yang baik adalah pacaran yang tidak didasarkan pada nafsu, ketertarikan fisik, atau uang. Kita pacaran kan bukan sama boneka Ken-nya Barbie yang Mr. Perfect. He only a human, jangan pernah memaksakan dirinya untuk menjadi sempurna. Body keren, mobil keren, dan tajir bukan menjadi ukuran kebahagiaan hati kita. Kalau secara fisik dia sempurna tapi nggak setia, mau tiap hari sarapan ati?
Kelima, pacaran yang biak adalah pacaran yang selalu saling memberikan dukungan dan perhatian.
Selalu hadir saat kita membutuhkannya, bukannya yang setiap hari ada di samping kita. Selain itu yang dengan senang hati mendengarkan keluh kesah kita, seorang yang spesial dan istimewa dibandingkan teman yang lain. Bila kamu tidak merasakan tanda-tanda di atas sebaiknya kamu berpikir lagi : kamu menganggap dia sebagai pacar atau hanya sekedar teman?
Punya pacar itu pilihanmu sendiri, tapi ingat itu bukanlah paksaan dari pihak manapun atau karena kamu merasa gengsi dengan teman-temanmu yang lain. Karena kita yang menentukan, dan apapun hasil pilihan itu kita pula yang merasakannya. Jadi kalau kamu malah merasa tidak bahagia yan mending nggak usah dipaksa. Karena itu, berpikirlah dengan jernih sebelum kita memutuskan sesuatu.
Girls Guide:
Semua tentang Cowok
No comments:
Post a Comment