Kata Bu Endang sih, kalo nulis buku harian (alias diary) itu harus penuh emosi. Emosi di sini bukan yang marah-marah, tapi, seperti gejolak perasaaan gitu lah. Diary kita tulis waktu kita merasa marah, sedih, atau bahagia. Bukannya begitu?
Lain halnya kalu nulis sesuatu dengan perasaan galau. Ah saya juga tidak tahu apa itu disebutnya.
Kata Bu Endang juga.....
aku nggak boleh putus sama Hafiz, takutnya nanti bikin prestasi menurun (hah) atau lebih jelasnya, nilai unas tidak memuaskan (hah? hah?) <---- maksudnya : kok nyambung ke sini sih.Kata Bu Endang, mengerjakan Bahasa Indonesia adalah menggunakan hati. Konsentrasi penuh pada soal, mantapkan dengan teori, lalu kembangkan dengan imajinasi.
Kata Bu Endang, kunci sukses unas Bahasa Indonesia ada 4, yaitu (1) Pemahaman, (2) Ketelitian, (3) Ketahanan Membaca, dan (4) Banyak-banyak latihan soal. (dan kayanya semua mata pelajaran memang seharusnya begitu)
Kata Bu Endang juga, kalau mau ikut tambahan kelasnya Bu Endang, boleh langsung masuk ke kelas reguler (kalo Bu Endang lagi ngajar reguler) atau bisa langsung dateng ke rumahnya.
Kata Bu Endang, beliau adalah dukun. Bisa memprediksi soal. Membuat soal. Dan menjawab soal. Dengan benar, tentu.
Kata Bu Endang, beliau adalah dukun. Bisa memprediksi soal. Membuat soal. Dan menjawab soal. Dengan benar, tentu.
Terakhir, mungkin Bu Endang akan berkata : Maksud posting blog-mu ini apa, Nen?
Dan saya tentu akan menjawab : apa aja boleh.
Dan saya tentu akan menjawab : apa aja boleh.
No comments:
Post a Comment